Hello Renoirs...
For this week post, I will talk about the disadvantages of free web hosting for ecommerce. Before I talk about it, better I explain first, what is web hosting?
Renoirs, a web hosting service is a type of Internet hosting service that allows individuals and organizations to make their own website accessible via the World Wide Web.
Web hosts are companies that provide space on a server they own or lease for use by their clients as well as providing Internet connectivity, typically in a data center. Web hosts can also provide data center space and connectivity to the Internet for servers they do not own to be located in their data center, called colocation or Housing.
There are 2 types of web hosting, first free web host, and second is paid web host. In this section, many private user prefer to use free web host to build an e-commerce . But although, it is free, it has disadvadtages too.
Disadvantages Of Free Web Hosting For E Commerce
Whenever you select a hosting package that is geared towards a specific industry, there are going to be downsides that may not appeal to many consumers. E-commerce hosting is geared towards online merchants and while there are
many features that are necessary to running an online store included with these hosting packages, there are also a lack of other features that may be necessary for other kinds of websites.
If you are not planning on running an online store with your website, an ecommerce hosting package will most likely not be a good fit.
Unless you need a shopping cart, or a secure certificate, you might be overbuying a hosting package if you select an ecommerce solution without intending to run an online store.
Ecommerce hosting packages typically cost more than average hosting plans. This is because there are normally full featured shopping carts included with these plans and they are quite expensive. When you pay for an ecommerce hosting plan, you are really paying not only for space, but for these extra features. If cost is something you are concerned about, this is certainly something that will need to be factored into your decision.
Since ecommerce plans include a lot of
features for selling online, they are typically not as feature rich in other areas, such as disk space, bandwidth allotments and extra email accounts. Many basic hosting plans offer unlimited email accounts, large amounts of disk space and higher bandwidth limits.
Most ecommerce plans limit the amount of email addresses you can have, which may not appeal to a large company that needs several different email addresses. You might actually be better of purchasing a basic hosting plan that offers an unlimited amount of email
add resses and purchasing a shopping cart solution in addition to your hosting plan.
I already give you disadvantages by using that free web hosting,so it is up to you now, to choose which one do you like. If you want to try this, I can give you 2 example of free web hosting in Indonesia. There are Dapur Hosting ( www.dapur-hosting.com) and Domain Gratis (domain-gratis.cu.cc). In order to use this service, you just need to put your address that you created and check the availability of your address. Then it is automatically send the request to the web host provider and then you can create your own web by using those free web hosting service. Every web host has their own systems,and policy, so please notice the term of use.
That's all my post on this week Renoirs. For next week, please wait till next week, due I'm too busy now. So, I can't write a post daily.
Bye Renoirs! God bless you....
Tampilkan postingan dengan label E Business Strategy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E Business Strategy. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Oktober 2011
Rabu, 14 September 2011
Rapidshare & MediaFire : Serupa Tapi Tak Sama
Situs internet sejak booming pada tahun 1995 - kini, menjadi sangat beragam variasinya. Setiap situs umumnya memiliki fokus tersendiri, seperti situs yang mengkhususkan isinya dalam hal berita, ada juga khusus membahas software, gadget , dan sebagainya sesuai target market mereka. Salah satu situs yang mempunyai pengunjung terbanyak adalah situs yang bergerak dalam bidang penyediaan pengunggah (upload) dan pengunduhan( download) file lagu,video, dan sebagainya.
Situs upload/download file yang biasanya menyediakan dan menyimpan file-file yang di upload dan dapat di download berupa lagu,video, foto ,dokumen dan lainya ini harus diakui memiliki banyak pengunjung dan peminatnya. Karena sangat banyak pengunjung dan pengguna jasa mereka dalam meng upload dan download file. Keberadaan situs model ini sangat mempengaruhi kebiasaan/ habit pengguna internet, dimana kebanyakan pengguna internet memiliki hobi men download dan meng upload file mereka di internet. Lebih dari 50% pengguna internet menggunakan internet untuk mendownload dan upload file-file yang mereka inginkan.
Kali ini, saya ingin membahas 2 situs penyedia layanan upload dandownload yang cukup populer, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia, yaitu rapidshare.com dan mediafire.com.
Kedua situs ini merupakan situs yang hampir serupa secara kasat mata. Kedua situs ini memiliki banyak persamaan dan perbedaan dalam hal tertentu. Meski demikian memiliki fungsi yang hampir sama persis.
Profil singkat
Rapidshare adalah situs yang berasal dari Swiss yang menyediakan layanan meng upload dan download file-file secara berbayar maupun gratis ( dengan pembatasan bandwith dalam jumlah tertentu).
Mediafire adalah situs upload dan download file gratis dan berbayar yang berasal dari Texas, Amerika Serikat.
Perbedaan dan Persamaan Mediafire dan Rapidshare
Berdasarkan profil singkat kedua situs ini, bisa disimpulkan bahwa kedua situs ini sekilas sama. Namun jika ditelusuri lebih lanjut kedua situs ini memiliki perbedaan yang cukup banyak,diantaranya:
1. Kuota penyimpanan data
MediaFire tidak membatasi kuota membernya secara keseluruhan/total size. Namun, untuk kuota file size per file nya, Mediafire membatasi maksimum 200 MB untuk setiap free user, dan maksimum 10 GB per file untuk pro user. Sedangkan Rapidshare, membatasi kuota penyimpanan data secara keseluruhan untuk setiap user nya yakni, untuk free user batas penyimpanan file hanya sampai 2 GB, sedangkan untuk pro user, 50 GB.
2. Download
MediaFire, free user tidak memerlukan waktu menunggu untuk mendownload. Apabila koneksi terputus ,dan free user ingin mendownload ulang, user hanya perlu menuliskan Captcha. Untuk Rapidshare, free user harus menunggu dalam waktu beberapa menit, sebelum mendownload file yang diinginkan.
3. Keuntunguan Pro User ( Pengguna berbayar)
Untuk Mediafire, pro user dapat meng upload file mereka dalam bentuk ZIP dan RAR, serta dapat meng upload file foto hingga maksimal 25MB. Serta memiliki kuota hingga 10 GB file size. Di Rapidshare, pro user dapat mengupload file apa pun yang mereka inginkan, dan sama sekali tidak ada batasan. Pro user juga memiliki kuota hingga 50 GB file size.
4. Eksistensi File yang di upload.
Di MediaFire, file yang di upload oleh user, dapat tahan hingga 60 hari. Jika dalam 60 hari , user tidak mengakses akun nya, maka file tersebut akan hilang. Sedangkan di Rapidshare, file yang telah diupload akan bertahan hingga kapan pun, tidak akan hilang.
Persamaan
Kedua situs ini sama-sama menyediakan layanan file hosting. Dan memberikan URL yang unik untuk setiap data yang telah di upload dan dapat di download.
Berdasarkan, perbandingan di atas, Media fire dan Rapidshare ternyata memliki perbedaan dalam hal fasilitas untuk user. Masing-masing ada kekuarangan dan kelebihannya. Semua tergantung pada pengguna lebih prefer dan suka yang mana?
Situs upload/download file yang biasanya menyediakan dan menyimpan file-file yang di upload dan dapat di download berupa lagu,video, foto ,dokumen dan lainya ini harus diakui memiliki banyak pengunjung dan peminatnya. Karena sangat banyak pengunjung dan pengguna jasa mereka dalam meng upload dan download file. Keberadaan situs model ini sangat mempengaruhi kebiasaan/ habit pengguna internet, dimana kebanyakan pengguna internet memiliki hobi men download dan meng upload file mereka di internet. Lebih dari 50% pengguna internet menggunakan internet untuk mendownload dan upload file-file yang mereka inginkan.
Kali ini, saya ingin membahas 2 situs penyedia layanan upload dandownload yang cukup populer, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia, yaitu rapidshare.com dan mediafire.com.
Kedua situs ini merupakan situs yang hampir serupa secara kasat mata. Kedua situs ini memiliki banyak persamaan dan perbedaan dalam hal tertentu. Meski demikian memiliki fungsi yang hampir sama persis.
Profil singkat
Rapidshare adalah situs yang berasal dari Swiss yang menyediakan layanan meng upload dan download file-file secara berbayar maupun gratis ( dengan pembatasan bandwith dalam jumlah tertentu).
Mediafire adalah situs upload dan download file gratis dan berbayar yang berasal dari Texas, Amerika Serikat.
Perbedaan dan Persamaan Mediafire dan Rapidshare
Berdasarkan profil singkat kedua situs ini, bisa disimpulkan bahwa kedua situs ini sekilas sama. Namun jika ditelusuri lebih lanjut kedua situs ini memiliki perbedaan yang cukup banyak,diantaranya:
1. Kuota penyimpanan data
MediaFire tidak membatasi kuota membernya secara keseluruhan/total size. Namun, untuk kuota file size per file nya, Mediafire membatasi maksimum 200 MB untuk setiap free user, dan maksimum 10 GB per file untuk pro user. Sedangkan Rapidshare, membatasi kuota penyimpanan data secara keseluruhan untuk setiap user nya yakni, untuk free user batas penyimpanan file hanya sampai 2 GB, sedangkan untuk pro user, 50 GB.
2. Download
MediaFire, free user tidak memerlukan waktu menunggu untuk mendownload. Apabila koneksi terputus ,dan free user ingin mendownload ulang, user hanya perlu menuliskan Captcha. Untuk Rapidshare, free user harus menunggu dalam waktu beberapa menit, sebelum mendownload file yang diinginkan.
3. Keuntunguan Pro User ( Pengguna berbayar)
Untuk Mediafire, pro user dapat meng upload file mereka dalam bentuk ZIP dan RAR, serta dapat meng upload file foto hingga maksimal 25MB. Serta memiliki kuota hingga 10 GB file size. Di Rapidshare, pro user dapat mengupload file apa pun yang mereka inginkan, dan sama sekali tidak ada batasan. Pro user juga memiliki kuota hingga 50 GB file size.
4. Eksistensi File yang di upload.
Di MediaFire, file yang di upload oleh user, dapat tahan hingga 60 hari. Jika dalam 60 hari , user tidak mengakses akun nya, maka file tersebut akan hilang. Sedangkan di Rapidshare, file yang telah diupload akan bertahan hingga kapan pun, tidak akan hilang.
Persamaan
Kedua situs ini sama-sama menyediakan layanan file hosting. Dan memberikan URL yang unik untuk setiap data yang telah di upload dan dapat di download.
Berdasarkan, perbandingan di atas, Media fire dan Rapidshare ternyata memliki perbedaan dalam hal fasilitas untuk user. Masing-masing ada kekuarangan dan kelebihannya. Semua tergantung pada pengguna lebih prefer dan suka yang mana?
Langganan:
Postingan (Atom)

